Sosialisasi Penyebab Kejadian Penyakit Gangguan Pencernaan Lambung (Maag) Di Desa Ateuk Blang Asan Kabupaten Aceh Besar

Meri Lidiawati Lidiawati, Iziddin Fadhil, Septia Nurrahmawati, Nandini Labibah Rahadatunnisa, Sayed Syafi Zuar

Abstract


Abstract: Ulcer disease is one of the most common diseases today. Ulcer disease or heartburn is inflammation of the gastric mucosa and sub-mucosa. Based on the data obtained, the risk of ulcer disease is still very high, and that occurs in the community. In fact, there are still many who do not pay much attention to health and maintain gastric health such as an unhealthy lifestyle, especially from what is consumed, the use of drugs, stress, bacterial infections, and poor eating and drinking patterns that can cause inflammation in the stomach. . Irregular eating patterns can lead to ulcer disease. When the stomach that should be filled is left empty or its filling is delayed, gastric acid will increase and digest the gastric mucosal layer and cause pain. In this case, the service is carried out using the door to door method, namely visiting the homes of local residents, and monitoring by interview whether anyone in the family has ulcer disease, and socialization in the community of Gampong Ateuk Blang Asan at the village office. Asan can avoid ulcer disease which can be aggravating for the sufferer. The results of the PkM activity showed that there were still many people w did not know what the cause of ulcer disease was, after receiving information, the public understood that diet has a very big influence. Socialization andcounseling about the causes of ulcer disease can increase public knowledge and awareness of the importance of maintaining a diet in an effort to prevent ulcer disease.

 Keywords: ulcer disease causes of disease, diet

Penyakit maag merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai saat ini, Penyakit Maag atau sakit pada ulu hati ialah terjadi peradangan pada mukosa dan sub mukosa lambung, Berdasarkan data-data yang diperoIeh bahwa resiko penyakit maag masih sangat tinggi, dan yang terjadi di masyarakat luas ternyata masih banyak yang tidak terlalu memperhatikan kesehatan dan menjaga kesehatan lambung seperti gaya hidup yang tidak sehat terutama dari apa yang dikonsumsi, penggunaan obat-obatan, stres, infeksi bakteri, serta pola makan dan minum yang kurang baik sehingga dapat menyebabkan terjadinya inflamasi pada Iambung. Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan terjadinya penyakit maag. Pada saat perut yang harusnya diisi tetapi dibiarkan kosong atau ditunda pengisiannya maka asam lambung akan meningkat dan mencerna lapisan mukosa lambung dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam hal ini, pengabdian dilakukan dengan metode door to door yaitu mendatangi rumah-rumah warga setempat, dan melakukan pemantauan secara wawancara apakah dikeluarga ada yang mengalami penyakit maag, dan sosialisasi dimasyarakat Gampong Ateuk Blang Asan dikantor desa, setelah dilakukan sosialisasi agar masyarakat Gampong Ateuk Blang Asan dapat terhindar dari Penyakit  maag yang dapat memperberat bagi penderitanya. Hasil kegiatan PkM  didapatkan masih banyak masyarakat yang belum tau apa penyebab terjadinya penyakit maag, setelah mendapatkan informasi masyarakat memahami bahwa pola makan sangat besar pengaruhnya. Sosialisasi dan penyuluhan tentang penyebab terjadinya penyakit maag mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga pola makan dalam upaya mencegah terjadinya penyakit maag


Keywords


Penyakit maag, Penyebab penyakit, Pola makan

Full Text:

PDF

References


Gustin, R. K. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kota Bukittinggi Tahun 2011. 1–12.

Wahyu, D., & Supono, N. H. Pola Makan Sehari-hari Penderita Gastritis. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (2015).

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014. Jakarta: Kemenkes RI, 2017.

Sistem Informasi Statistik WHO, 2015, Mortalitas gastritis dan duodenitis menurut negara. [cited 2016 Jun 19]. Available from: http://www.nation master.com/graph/mor_gas_ and_duomortality-gastritis-and-duodenitis.

Imayani, S., CH, M., & Aritonang, J. (2019). Gastritis Dan Faktor-Faktor Yang Berpengaruh (Studi Kasus Kontrol) Di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017

Notoatmodjo S. Ilmu Kesehatan Masyrakat. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Oktaviani W. Hubungan pola makan dengan gastritis pada mahasiswa S.I Keperawatan Pogram A Fikes UPN. Jakarta: Universitas Pembangunan Nasional; 2011.

Arikah & lailatul, M. (2015). Riwayat makanan yang meningkatkan asam lambung sebagai Faktor risiko gastritis. Gizi Indon 2015, 38(1):9-20.

Li Z, Zou D, Ma X, Chen J, Shi X, Gong Y, et al. Epidemiology of peptic ulcer disease: endoscopic results of the systematic investigation of gastro- intestinal disease in Chinma. Am J Gastroenterol. 2010;105(12):2570-7.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

© Jurnal Abdimas

Published by Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama, Aceh, Indonesia. 2020