Hubungan Jenis Kelamin, Berat Badan dan Tinggi Badan Dengan Status Gizi Anak Usia 0-5 Tahun Di Puskesmas Cubo Kabupaten Pidie Jaya

Samsuddin Samsuddin, Wildan Seni

Abstract


Berdasarkan data Riskedas 2018, kasus stunting dan gizi buruk di Aceh masih berada di atas angka nasional. Untuk angka gizi buruk secara nasional 3,5 persen sementara di Aceh di atas 5,5 persen.


 

Sama  halnya  juga  untuk  stunting  atau  balita  pendek, angka  stunting  di Aceh  37  persen  sedangkan nasional 30 persen. Angka ini masih berada di bawah rekomendasi WHO yaitu 20 persen.

untuk menentukan seorang anak mengalami gizi buruk banyak yang harus diperhatikan, antaranya dari penampakan yang sangat kurus, mengukur lingkar lengan tangan atas. Jadi setiap anak mulai usia 0 hingga 5 tahun harus diukur lingkar lengan tangan atasnya.

Stunting adalah kondisi status gizi masyarakat di masa lalu melalui hubungan dengan lingkungan dan sosial ekonomi. Penyebab stunting adalah asupan gizi dan penyakit infeksi Aceh menempati urutan ketujuh dengan kategori berbahaya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan status gizi buruk pada anak di Puskesmas Cubo Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain cross Studi potong sampel seluruh anak gizi buruk sejumlah 20 sampel di Puskesmas Cubo Kabupaten Pidie Jaya Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan uji Chi Square.


Keywords


Gizi Buruk, stunting, Puskesmas Cubo

Full Text:

PDF

References


Hoffman DJ, Sawaya AL, Verreschi I, Tucker KL, Roberts SB. (2000). Why are nutritionally stunted children at increased risk of obesity? Studies of metabolic rate and fat oxidation in shantytown children from São Paulo, Brazil. Am J Clin Nutr, 72(3), 702-7. doi: 10.1093/ajcn/72.3.702.

Iskandar. (2017). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Terhadap Status Gizi Balita. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2(2), 120-125.

Hulinggi, H., Sunarto Kadir, Maksum, T., S. (2023) The Relationship Of Nutritional Knowledge And Micronutrient Intake With The Event Of Anemia In Pregnant Womencovid-19 Pandemic (Case Study In The Work Area Of Tapa Health Center, Bone Bolango Regency). Gorontalo Journal Health and Science Community, 4 (2), 59-67, 2020.

Kemenkes RI. [2011]. Panduan Penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Bagi balita Gizi Kurang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2017). Buku saku desa dalam penanganan stunting. Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting, 42.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Situasi Balita Pendek. ACM SIGAPL APL Quote Quad, 29(2), 63– 76.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 1–200.

Nafiati Ilmiyah dan Neti Mustikawati. (2021). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Gizi Kurang Pada Balita Usia 0- 5 Tahun, Pekalongan;UMPP.

New York.Unicef Indonesia. (2013). Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak, Oktober 2012.

Prabasini dan Ishartani. 2013. Kajian Sifat Kimia Dan Fisik Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dengan Perlakuan Blanching Dan Perendaman Dalam Natrium Metabisulfit (Na2S2O3). Jurnal Teknosains Pangan, 2(2), 93-102.

Towapo Meryati dkk. (2020), Efektivitas Pemberian PMT Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Peningkatan Status Gizi Balita,Gorontalo. Journal Health and Science Community.

Unicef, 1990. Strategy for improved nutrition of children and women in developing countries


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Wildan Seni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

                                                               Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.