Penyuluhan Cara Penggunaan Obat dan Pencegahan Efek Samping Terapi Diabetes Melitus
Keywords:
Diabetes Melitus, Penggunaan Obat, Pencegahan Efek SampingAbstract
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan DM adalah kepatuhan terhadap penggunaan obat dan pemahaman mengenai efek sampingnya. Namun, masih banyak masyarakat yang kurang memahami pentingnya penggunaan obat yang tepat dan risiko efek samping dari terapi DM. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai cara penggunaan obat diabetes yang benar dan bagaimana mencegah efek sampingnya. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan berdasarkan respons peserta dan peningkatan pemahaman setelah penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manajemen terapi diabetes yang baik. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup penderita DM dan mencegah komplikasi yang lebih serius.References
Azizah, R. N., & Hudayah, A. (2016). Identifikasi Penggunaan Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Usia Lanjut dengan Beer's Criteria di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar.
Hartanti, P., Pudjibudojo, J. K., Aditama, L., & Rahayu, R. P. (2013). Pencegahan dan Penanganan Diabetes Mellitus.
Nuraisyah, F. (2018). Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2.
Petersmann, A., et al. (2018). Definition, Classification, and Diagnostics of Diabetes Mellitus.
Utami, I. K., Dewi, N. P., & Magfirah, M. (2022). Penyuluhan Jenis Obat Diabetes Melitus, Serta Cara Konsumsi yang Benar.
WHO. (2020). Global Report on Diabetes.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar.
Kemenkes RI. (2020). Evaluasi Program Pencegahan Diabetes Nasional.
Nugroho, A. (2021). Manajemen Diabetes di Komunitas.
Prawirohardjo, S. (2018). Ilmu Penyakit Dalam.