Kontribusi Literasi Berbasis Pendekatan Montessori terhadap Karakter Rasa Ingin Tahu Anak Usia 7 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.30601/dedikasi.v7i1.3533Kata Kunci:
literasi, pendekatan Montessori, karakter rasa ingin tahuAbstrak
Keprihatinan terhadap rendahnya karakter rasa ingin tahu akhir-akhir ini menjadi titik berangkat penelitian ini. Mengetahui pengaruh literasi berbasis pendekatan Montessori terhadap rasa ingin tahu anak pada usia tujuh tahun menjadi tujuan penelitian ini. Untuk itu digunakan pretest posttest non equivalent group design sebagai metode penelitian. Sebanyak 17 anak kelas IB SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta dilibatkan sebagai sampel untuk kelompok Montessori dan 17 anak kelas IA sebagai sampel untuk kelas kontrol. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa program literasi berbasis pendekatan Montessori berpengaruh terhadap karakter rasa ingin tahu anak. Uji statistik menunjukkan selisih skor posttest-pretest kelompok Montessori (M = 1,0229, SE = 0,15003) lebih tinggi dari kelompok kontrol (M = 0,0076, SE = 0,03251). Perbedaannya signifikan dengan t(17,499) = 6,614 dan p = 0,000 (p < 0,05). Besar pengaruh yang didapatkan adalah r = 0,8451 yang termasuk kategori “efek besar” yang setara dengan 71,43%. Uji efektivitas pembelajaran di kelas Montessori dengan N-gain score adalah 55,98% yang masuk kategori "efektivitas menengah", sementara di kelas kontrol 0,42% yang termasuk dalam “efektivitas rendah”.Referensi
Ahmad, J. M., Adrian, H., & Arif, M. (2021). Pentingnya menciptakan pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga. Jurnal Pendias, 3(1), 1–24. https://media.neliti.com/media/publications/29315-ID-urgensi-pendidikan-agama-luar-sekolah-
Center for Curriculum Redesign. (2015, February). Character education for the 21st century: What should students learn? Boston, Massachusetts, USA.
Cohen, J. (1988). Statitical power analysis for the behavioural sciences (2nd ed.). New York: Academic Press.
Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2007). Research methods in education (6th ed.). London: Routledge
Darnis, S (2018). Aplikasi Montessori dalam pembelajaran pembaca, menulis dan berhitung tingkat permulaan bagi anak usia dini. Jurnal Caksana - Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1–10.
Devega, E. (2017, 10 Oktober). Masyarakat Indonesia: Malas baca tapi cerewet di medsos. Diakses tanggal 17 November 2022, dari https://www.kominfo.go.id/content/detail/10862/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media
Fauzi, A. R., Zainuddin, Z., & Atok, R. Al. (2017). Penguatan karakter curiosity dan peduli sosial melalui discovery learning. Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 2(2), 79–88. https://doi.org/10.17977/um022v2i22017p079
Fauziah, S. R., Sutisnawati, A., Nurmeta, I. K., & Hilma, A. (2022). Pengaruh metode eksperimen berbantuan media KIT IPA terhadap kemampuan literasi sains dan karakter curiosity siswa sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(2), 457–467. https://doi.org/10.31949/jcp.v8i2.2283
Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS (3rd ed). Los Angeles: Sage.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain score. California: Indiana University.
Handayani, B. S. (2015). Pembelajaran quantum model tandur untuk membangun komunikasi efektif dalam pembelajaran. Jurnal Pijar Mipa, 5(2), 71–75. https://doi.org/10.29303/jpm.v5i2.171
Hermawan, R., Rumaf, N., & Solehun, S. (2020). Pengaruh literasi terhadap keterampilan membaca pada siswa kelas IV SD Inpres 12 Kabupaten Sorong. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 2(1), 56–63. https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v2i1.411
Insani, Dinie, Y. (2021). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 8154.
Jannah, Wirawan, F, & Aristiawan, A. (2021). Analisis karakter curiosity siswa pada tema struktur dan fungsi tumbuhan. Jurnal Tadris IPA Indonesia, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.21154/jtii.v1i1.63
Juwantara, R. A. (2019). Analisis teori perkembangan kognitif Piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7-12 tahun dalam pembelajaran matematika. Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 9(1), 27. https://doi.org/10.18592/aladzkapgmi.v9i1.3011
Lickona, T. (2013). Educating for character, mendidik untuk membentuk karakter, bagaimana sekolah dapat mengajarkan sikap hormat dan tanggung jawab. Jakarta: Bumi Aksara.
Lisa, M., Mustika, A., & Lathifah, N. S. (2020). Alat permainan edukasi (APE) meningkatkan perkembangan kognitif halus pada anak usia 4-6 tahun. Jurnal Kesehatan, 11, 125–132.
Lodico, M. G., Spaulding, D. T., & Voegtle, K. H. (2006). Methods in educational research from theory to practice. United States of America: Jossey-Bass
Marinda, L. (2020). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan problematikanya pada anak usia sekolah dasar. An-Nisa’ : Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 13(1), 116–152. https://doi.org/10.35719/annisa.v13i1.26
Montessori, M. (2020). Dr. Montessori’s own handbook. Yogyakarta: Bentang Pustaka
Mukhzin, Ratnasari, K., & Ulum, B. (2019). Pendidikan anak usia dini menurut pandangan Maria Montessori. Jurnal Auladuna Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 15–27. https://doi.org/10.2207/jjws.91.328
Ningrum, C. H., Fajriyah, K., & Budiman, M. A. (2019). Pembentukan karakter curiosity melalui literasi. Indonesian Values and Character Education Journal, 2(2), 69. https://doi.org/10.23887/ivcej.v2i2.19436
Nirmala, S. D. (2022). Problematika rendahnya kemampuan literasi siswa di sekolah dasar. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(2), 393. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v11i2.8851
Nugrahanta, G. A., et al. (2022). Pengaruh Program Literasi berbasis Pendekatan Montessori terhadap Karakter Integritas Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 169–180.
Oktavioni, W., Chan, F., & Turrohmah, L. (2020). Meningkatkan curiosity siswa pada pembelajaran IPA melalui model discovery learning. Al-Jahiz: Journal of Biology Education Research, 1(2), 109–123. http://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Al-Jahiz
Peterson, C. & Seligman, M. E. P (2004). Character strengths and virtues; A handbook and classification. New York: Oxford University Press.
Pujiono, E. S. & Sari. (2017). Budaya literasi di kalangan mahasiswa FBS UNY. Jurnal LITERA, 16(1), 105–113.
Putra, P. (2017). Penerapan pendekatan inkuiri pada mata pelajaran IPA untuk mengembangkan karakter siswa di SDN 01 Kota Bangun. Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 28–47. http://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/muallimuna ISSN:
Rohim, D. C., & Rahmawati, S. (2020). Peran literasi dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah dasar. Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian, 6(3), 230–237. https://doi.org/10.26740/jrpd.v6n3.p230-237
Samsudin, A. (IKIP Si. (2012). Peningkatan kemampuan menulis eksposisi berita dan menulis eksposisi ilustrasi siswa kelas V melalui model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis. Penelitian Pendidikan UPI, 13(2), 1–11.
Suparlan, S. (2021). Keterampilan membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Fondatia, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.36088/fondatia.v5i1.1088
Widoyoko, S. E. (2014). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
World Economic Forum. (2015). New vision for education: Unlocking the potential of technology. Geneva: Weforum.
Yantoro, Y. (2017). Meningkatkan curiosity dengan menggunakan metode pemecahan masalah di sekolah dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 2(1), 90–105. https://doi.org/10.22437/gentala.v2i1.6820