Parameter Kegagalan Kontraktor Pelaksana Pada Proses Pengadaan Penyedia Jasa Konstruksi Asosiasi Hjki Pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.30601/jtsu.v7i2.1678Kata Kunci:
Parameter, kegagalan lelang, KontraktorAbstrak
Semua penyedia barang/jasa yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya pelelangan, namun pada proses lelang ada suatu fenomena yang krusial yakni gagal lelang atau kalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis parameter kegagalan Kontraktor Pelaksana pada proses pengadaan penyedia jasa konstruksi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menguji parameter yang dapat menimbulkan kegagalan kontraktor pelaksana pada proses pengadaan penyedia jasa konstruksi. Hasil penelitian diperoleh bahwa parameter yang bisa digunakan untuk mengukur kegagalan lelang proyek yakni resiko tidak memenuhi syarat dokumen kualifikasi dan resiko tidak memenuhi syarat dokumen penawaran. Faktor resiko tidak memenuhi syarat dokumen kualifikasi, faktor yang paling dominan adalah kontrak pendukung pengalaman perusahaan, tenaga ahli dan surat pernyataan mempunyai kinerja baik dan tidak termasuk daftar hitam rekanan, sedangkan resiko tidak memenuhi syarat dokumen penawaran, faktor yang paling dominan adalah harga penawaran kalah bersaing dengan peserta lain, rencana kerja tidak memenuhi standar owner/tidak disetujui dan web LPSE dikunci/tidak bisa dibuka. Solusinya perlu dilakukan dilakukan pengecekan kembali sebelum pelaksanaan tenderselanjutnya, Pelatihan tata cara pengadaan barang/jasa pemerintah perlu dilakukan oleh pihak penyelenggara. Pihak penyelenggara perlu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang berjalan pada sistem layanan pengadaan serta menyusun waktu efektif dan efisien dalam mempersiapkan dokumen proses penawaran sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh paket kegiatan yang kan dilelang.Referensi
Abimantara, G. C., & Purwito, A. 2019). Analisa Kegagalan Kontraktor Dalam Proses Tender Sistem E-Procurement Pada Proyek Pemkot Surabaya Tahun 2018. Jurnal Rekayasa Dan Managemen Konstruksi, 7(1), 33–41.
Djuniati, S., Komara, R. T., & WahyuDyah, N. (2015). Analisa Variabel Kegagalan Kontraktor Di Kota Pekanbaru Dalam Proses Evaluasi Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik (E- Procurement). In Annual Civil Engineering Seminar 2015 (Vol. 1, pp. 37–45). Pekanbaru: Fakultas Teknik Universitas Riau.
Dyah, N. W., Komara, R. T., & Djuniati, S. (2015). Analisa Variabel Kegagalan Kontraktor di kota Pekanbaru Dalam Proses Evaluasi Pengadaan Barang dan jasa Pemerintah Secara Elektronik (E-Procurement). Jurnal Mahasiswa Fakultas Teknik, 2(2), 1–11.
Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (4th ed.). Universitas Dipenegoro.
I N. R. Karyasa, I. M. A. K. S. & M. N. (2014). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gagal Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik ( E-Procurement ) Di Kabupaten Badung. Jurnal Spektran, 2(1), 27.
Karyasa, I. N. R., Salain, I. M. A. K., & Nadiasa, M. (2014). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gagal Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik ( E-Procurement ) Di Kabupaten Badung. Jurnal Spektran, 2(1), 19–27. https://doi.org/10.24843/SPEKTRAN.2014.v02.i01.p03
Prihatini, L., Malik, A., & Komara, R. T. (2017). Evaluasi kegagalan penyedia jasa konstruksi dalam proses pengadaan jasa konstruksi dengan sistem elektronik (Studi Kasus: Dinas Pekerjan Umum Kabupaten Pelalawan). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau, 4(1), 1–10.
Sekaran, U. (2006). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis Buku 1 (4th ed.). Salemba Empat.
Sugiyono, P. D. (2007). Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.