Penilaian Kerusakan Jalan T. Panglima Nyak Makam Dengan Metode Bina Marga
DOI:
https://doi.org/10.30601/jtsu.v11i1.5845Kata Kunci:
(Bina Marga, kerusakan, kecepatan)Abstrak
Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi untuk mencapai satu tujuan dari satu tempat ke tempat lain bagi setiap pengguna jalan yang melewatinya. Ruas jalan T. Panglima Nyak Makam merupakan jalan kolektor, jalan ini juga salah satu alternatif yang digunakan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan kendaraan terhadap tingkat kerusakan perkerasan jalan T. Panglima Nyak Makam sepanjang 1000 meter untuk panjang setiap segmen 50 meter. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga untuk memperoleh nilai kondisi jalan melalui survey visual. Metode ini dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Dari nilai kondisi jalan dan kelas LHR, maka akan diperoleh urutan prioritas penanganan jalan dengan rentang 0–7, sehingga dapat dijadikan acuan dalam penentuan program pemeliharaan jalan. Hasil dari analisa penilaian perusakan jalan T. Panglima Nyak Makam Dengan Metode Bina Marga diperoleh bahwa tingkat kerusakan secara keseluruhan adalah seluas 604,50 m². Persentase seluruh kerusakannya adalah 11.57 % dari total luas ruas jalan 7000 m². 3. Sedangkan untuk survey kecepatan kendaraan pada ruas jalan T Panglima Nyak Makam sepanjang 1 km dari panjang total jalan 1,891 km. Menghasilkan nilai rata-rata kecepatan kendaraan secara keseluruhan untuk kendaraan ringan (LV) adalah 37,70 km/jam, untuk kendaraan sepeda motor (MC) adalah 34, 57 km/jam berdasarkan nilai tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kecepatan pada ruas jalan T Panglima Nyak Makam, Dengan Klasifikasi jenis jalan kabupaten /kota dengan kondisi jalan baik yaitu 30-50 km/jam. Dan juga hasil analisa kerusakan jalan berdasarkan metode Bina Marga menunjukkan bahwa urutan prioritas untuk jalan T. Nyak Makam adalah 9,75. urutan prioritas 7 adalah urutan prioritas kelas A, dimana jalan yang berada pada urutan prioritas ini dimasukkan dalam program pemeliharaan rutin.Diperlukan pemantauan dan pengamatan kerusakan secara rutin apabila ada kemungkinan jalan rusak maka segera diadakan perbaikan dengan metode perbaikan yang sesuai agar kerusakan di kemudian hari tidak bertambah luas.Referensi
Choiri, T. A., Gunasti, A., & Abadi, T. (2023). Perencanaan Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan Metode Bina Marga Dan Analisa Finansial Pada Ruas Jalan Lingkar Pancoran-Kejawan Kabupaten Bondowoso Road Pavement Planning Using The Bina Marga Method And Financial Analysis On The Pancoran-Kejawan Ring Roa. Jurnal Smart Teknologi, 4(4).
Kumalawati, A., Nara, F. S., & Nasjono, J. K. (2024). Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Ruas Jalan Baumata-Tarus Dengan Metode Bina Marga 2017. Jurnal Teknik Sipil, 13(01), 41–54.
Mau, W. E., Kuswara, K. M., & Edyan, R. (2024). Tingkat Kerusakan Jalan Dan Kecepatan Kendaraan Pada Ruas Jalan Wedomu--Atambua Kabupaten Belu: The Level Road Damage And Vehicle Speed On The Wedomu--Atambua Road Section, Belu Regency. Batakarang, 5(1a), 40–46.
Nafis, A. A., & Buana, C. (2022). Analisa Penilaian Kerusakan Dan Perbaikan Jalan Dengan Metode Bina Marga Pada Jalan Mayjend Sungkono Kabupaten Gresik. Jurnal Teknik Its, 11(2), E72--E78.
Siagin, B., Riani, D., & Salonten, S. (2022). Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga Pada Jalan Rajawali Kota Palangka Raya. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 4(2), 162–171.
Zakaria, A., Azizah, A. C. N., Amalia, K. R., & Others. (2023). Pengaruh Total Angka Kerusakan Jalan Terhadap Kecepatan Kendaraan Pada Ruas Jalan Antarkota. Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (Sentrinov), 9(1), 211–218.