Pengaruh Penambahan Serat Baja Terhadap Kuat Tekan Beton
DOI:
https://doi.org/10.30601/jtsu.v11i2.6543Kata Kunci:
penambahan serat baja pada beton, stell fiber, hooked fiber, betonAbstrak
Beton merupakan salah satu material konstruksi yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi seperti gedung, jembatan dan infrastruktur lainnya. Kuat tekan beton merupakan salah satu parameter terpenting untuk menentukan kuat struktur suatu bangunan. Dan kuat tekan beton menjadi perhatian utama dalam industri konstruksi. Salah satu masalah umum pada beton adalah resiko retak. Terutama pada beban dinamis atau perubahan suhu ekstrem. Oleh karena itu seiring berkembangnya jaman banyak inovasi yang dilakukan dalam pengembangan beton salah satunya dengan dilakukannya penambahan serat terhadap campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persentase yang optimal dalam penambahan serat baja jenis (Hooked Steel) terhadap campuran beton. Metode penelitian meliputi pembuatan dan pengujian sampel beton dengan variasi kadar serat baja yang berbeda yaitu 0,5%, 1%, 1,5%, dan 1,8% dengan menggunakan FAS 0,4. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah beton mencapai umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat baja paling optimal dalam beton adalah persentase 0,5% dengan kuat tekan rata-rata yang dihasilkan sebesar 348,20 Kg/cm². Peningkatan ini disebabkan oleh kemampuan serat baja dalam menahan rambatan retakan dan tegangan tarik mikro. Namun, pada kadar serat yang terlalu tinggi, terjadi penurunan kemampuan kerja yang membuat kuat tekan beton semakin menurunReferensi
Anonim, 1990, SNI 03-1972-1990: “Metode Pengujian slump Beton”. Pusat Penelitian dan pengembangan Jalan, Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Jakarta.
Anonim, 1990, SNI 03-1974-1990: “Metode Pengujian Kuat Tekan Beton”. Bagian 3, Departemen Pekerjaan Umum dan Bahan Penelitian dan Penggembangan Pemukiman, Jakarta
Anonim, 1995, Annual Book of ASTM Standard 1995, Section 4, Volume 04.02, Concrete and Aggregates, International Standard-Worldwide.
Anonim, 2002, SNI 03-2847-2002 ; “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”, Departemen Pekerjaan Umum dan Bahan Penelitian dan Penggembangan Pemukiman, Jakarta
Anonim, 2004, Annual Book of American Society for Testing and Materials Standard (ASTM Standard), New York, USA
Bardianto, Elhusna, dan Supriani, 2009, hubungan kuat tekan beton dan nilai slump Universitas Bengkulu, Bengkulu
Denny, 2015. Penelitian Awal Tentang Penggunaan Consol Fiber Steel Sebagai Campuran Pada Balok Beton Bertulang, Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra, Surabaya
Dipuhosodo, Istimawan, 1994, Struktur Beton Bertulang, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Hernando, Fandhi, 2009, Perencanaan beton mutu tinggi dengan penambahan superplasticizer dan pengaruh pengantian semen dengan fly ash, tugas akhir, Yogyakarta
Kurniawan, Deny, 2008, Regresi Linier, R: A language and environment for statistical computing. R Foundation for Statistical Computing, Jakarta.
Mulyono, Tri, 2004, Teknologi Beton, Penerbit Andi Yogyakarta.
Murdock, L.J., dan K.M., Brook, 1999, Bahan dan Praktek Beton, terjemahan stephanus Hendarko, Erlangga, Jakarta.
Pitaloka, 2020, Pengaruh Penambahan limbah serat baja terhadap kekuatan dan modulus elastisitas beton, Universitas Pancasila, Jakarta selatan, jakarta
Rulhendri, R., Chayati, N., & Syaiful, S. (2020). Kajian Tentang Penambahan Serat Terhadap Kuat Tekan Beton. ASTONJADRO , 2 (2), 44–48.
Supriyanto, Joko, 2014, Pengaruh Penambahan Serat Baja Terhadap Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Beton Kinerja Tinggi Grade 80, UNS-F. Teknik Jur. Teknik Sipil, Surakarta
Sagel, R. 1993, Pedoman Pengerjaan Beton, Seri Beton 2, Erlangga.
Sjafei Amri, 2005, Teknologi Beton A-Z, Universitas Indonesia, Jakarta
Van Gobel. Fadli M, 2017, nilai kuat tekan beton pada slump tertentu, Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna, Grontalo