Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Kesehatan Mental Pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kota Langsa

Nona Rita Kurnia, Asnawi Abdullah, Irwan Saputra, Fadli Syahputra

Abstract


Sekitar 9 juta orang dipenjara di seluruh dunia menderita gangguan mental serius. Perasaan sedih pada narapidana setelah menerima hukuman serta berbagai hal lainnya seperti rasa bersalah, hilangnya kebebasan, perasaan malu, sangsi ekonomi dan sosial serta kehidupan dalam penjara yang penuh dengan tekanan psikologis dapat memperburuk dan mengintensifkan stresor yang berdampak pada menurunnya kesehatan mental narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesehatan mental narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kota Langsa. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di lembaga pemasyarakatan Klas II-B Kota Langsa, baik laki-laki maupun perempuan sebanyak 466 orang narapidana. Sampel sebanyak 82 orang dengan teknik pengambilan secara proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalis dengan uji statistik logistic regresi dengan program stata 12.0. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara lama masa hukuman dengan status kesehatan mental (p value= 0,007), ada hubungan status pernikahan dengan status kesehatan mental (p value= 0,000), ada hubungan dukungan keluarga dengan status kesehatan mental (p value= 0,010), ada hubungan religiusitas dengan status kesehatan mental (p value= 0.000). Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan status kesehatan mental (p value= 0,228), tidak ada hubungan umur dengan status kesehatan mental (p value= 0,107). Kesimpulan dari penelitian adalah religiusitas rendah (p value= 0,000) dan status perkawinan kawin (p value= 0,002) merupakan faktor yang dominan dengan kesehatan mental narapidana. Kepada Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Langsa agar mempertahankan kegiatan keagamaan yang selama ini dilaksankan serta meningkatkan lagi kegiatan pembinaan kepribadian yang selama ini telah dilaksanakan melalui ceramah yang sudah terjadwal secara rutin, pembinaan tersebut dapat dikombinasikan lagi dengan kegiatan pengajian Al’quran serta zikir demi meningkatkan religiusitas narapidana.

Full Text:

PDF

References


Affandi G.R. & Diah D.R., Religiusitas sebagai Prediktor terhadap Kesehatan Mental Studi terhadap Pemeluk Agama Islam, Jurnal Psikologi Tabularasa, 2011;6(1).

Anggraini E., Strategi regulasi emosi dan perilaku koping religius narapidana wanita dalam masa pembinaan, Fakultas Ilmu Ushuluddin. Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, 2015.

Astuti A., Pembinaan Mental Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta, Jurnal Citizenship, 2012;1(1).

Binswanger I.A., Merrill J.O., Krueger P.M., White M.C., Booth R.E. & Elmore J.G., Gender differences in chronic medical, psychiatric, and substance-dependence disorders among jail inmates, American journal of public health, 2010;100(3):476-482.

Birmingham L., The Mental Health of Prisoners, Advances in psychiatric treatment, 2003;9(3):191-199.

Bukhori B., Hubungan Kebermaknaan Hidup dan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Mental Narapidana (Studi Kasus Nara Pidana Kota Semarang), Jurnal Ad-Din, 2012;4(1):1-19.

Butler T., Allnutt S., Cain D., Owens D. & Muller C., Mental disorder in the New South Wales prisoner population, Australian and New Zealand Journal of Psychiatry, 2005;39(5):407-413.

Butler T., Andrews G., Allnutt S., Sakashita C., Smith N.E. & Basson J., Mental Disorders in Australian Prisoners: a Comparison With a Community Sample, Australian and New Zealand Journal of Psychiatry, 2006;40(3):272-276.

Ekasari A. & Susanti N.D., Hubungan antara optimisme dan penyesuaian diri dengan stress pada narapidana kasus NAPZA di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Bekasi, SOUL, 2009;2(2):1-32.

Fazel S. & Danesh J., Serious Mental Disorder in 23 000 Prisoners: A Systematic Review Of 62 Surveys, The lancet, 2002;359(9306):545-550.

Greenberg G.A. & Rosenheck R.A., Jail Incarceration, Homelessness, And Mental Health: A national study, Psychiatric services, 2008;59(2):170-177.

Greene S., Wood D.M., Gawarammana I., Warren-Gash C., Drake N., Jones A. & Dargan P.I., Improvement in the Management Of Acutely Poisoned Patients Using an Electronic Database, Prospective Audit and Targeted Educational Intervention, Postgraduate medical journal, 2008;84(997):603-608.

Ham K., UU RI No. 12 Th. 1995 Tentang Pemasyarakatan, Jakarta: Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia; 1995. 1-13 p.

Hurlock E., Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Jakarta: Erlangga; 2009.

Jalaluddin R., Psikologi Agama: Sebuah Pengantar, Jakarta: Mizan Pustaka; 2013.

Kartono K., Patologi Sosial Jilid 1, Jakarta: PT. Raja Grafindo; 2011.

Data Terakhir Jumlah Penghuni Perkanwil [Internet. http://smslap.ditjenpas.go.id/public/grl/current/monthly, 2018.

Larney S., Topp L., Indig D., O'Driscoll C. & Greenberg D., A cross-Sectional Survey Of Prevalence and Correlates Of Suicidal Ideation and Suicide Attempts Among Prisoners in New South Wales, Australia, BMC Public Health, 2012;12:14.

Le Poire B.A., Family communication: Nurturing and Control In a Changing World: Sage; 2006.

Maharlouei N., Hoseinzadeh A., Ghaedsharaf E., Zolfi H., Arab P., Farahmand Z., et al., The Mental Health Status and Associated Factors Affecting Underprivileged Iranian Women, Asian journal of psychiatry, 2014;12:108-112.

Mariah L., Manurung I. & Halim A., ASPEK SPIRITUAL NARAPIDANA NARKOBA YANG MENJALANI MASA TAHANAN DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN, Jurnal Keperawatan, 2017;9(2):192-196.

Nasir A.M., Dasar-dasar keperawatan jiwa, Jakarta: Salemba Medika; 2011.

Prince M., Patel V., Saxena S., Maj M., Maselko J., Phillips M.R. & Rahman A., No health without mental health, The lancet, 2007;370(9590):859-877.

Putri D.E. & Erwina I., Hubungan Dukungan Sosialdengan Tingkat Kecemasan Narapidanadi Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Muaro Padang Tahun 2014, NERS Jurnal Keperawatan, 2012;10(2):118-135.

Regina M. & Martina M., Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Narapidana Di Rumah Tahanannegara Banda Aceh, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 2016;1(1).

Saputri D.K.D., Rujito L. & Kartika A., Perbedaan Kejadian Depresi Pada Narapidana Usia Muda dan Usia Tua Beserta Gambaran Sidik Jari Di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto, Mandala of Health, 2011;5(2).

Shrestha G., Yadav D.K., Sapkota N., Baral D., Yadav B.K., Chakravartty A. & Pokharel P.K., Depression Among Inmates in a Regional Prison Of Eastern Nepal: a Cross-Sectional Study, BMC Psychiatry, 2017;17.

Susanti W. & Suryani S., Hubungan Dukungan Sosial dengan Stres pada Narapidana Penyalahgunaan Napza di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sleman Yogyakarta: STIKES'Aisyiyah Yogyakarta; 2010.

Utami M.S., Religiusitas, koping religius, dan kesejahteraan subjektif, Jurnal psikologi, 2012;39(1):46-66.

Utari D.I., Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Warga Binaan Wanita Menjelang Bebas Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Bandung, Students e-Journal, 2012;1(1):33.

Widiyastuti N. & Pohan V., Hubungan Antara Komitmen Beragama dengan Kecemasan pada Narapidana Perempuan Menjelang Masa Bebas, Jurnal Psikologi, 2004;2(2):141-159.

Yosep I., Keperawatan Jiwa, Bandung: PT. Refika Aditama; 2007.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Aceh Medika oleh LPPM Universitas Abulyatama disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://jurnal.abulyatama.ac.id/index.php/acehmedika.