Analisis Biaya dan Pendapatan Usaha Budidaya Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan Kerapu Sunu (Plectroponus leopardus) di UD Karisma Pulau Banyak
DOI:
https://doi.org/10.30601/tilapia.v5i1.4384Abstrak
Pulau Banyak merupakan salah satu kecamatan yang berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil, kepulauan ini terdiri dari 63 pulau meliputi pulau besar dan kecil berjarak 26 mil dari laut lepas pantai Singkil. Pulau Banyak memiliki potensi perairan untuk pengembangan usaha perikanan terutama Keramba Jaring Apung (KJA), bidang usaha budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) salah satunya adalah budidaya ikan kerapu. Pengembangan budidaya ikan kerapu dengan Keramba Jaring Apung (KJA) sangat prospektif karena harga jual yang tinggi karena ikan dapat dipasarkan dalam keadaan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pendapatan usaha budidaya ikan kerapu macan dan kerapu sunu di Pulau Banyak. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Analisis biaya yang digunakan adalah analisis biaya tetap, biaya variabel, analisis pendapatan dan analisis keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan pada usaha budidaya ikanReferensi
Almuqaramah, T. H., Setiawati, M., Priyoutomo, N. B., & Effendi, I. (2018). Pendederan Udang vaname Litopenaeus vannamei dengan Teknologi Bioflok untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1), 143-152.
Afero, F. 2012. Analisa Ekonomi Budidaya Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) dalam keramba jaring apung di Indonesia. Depik. 1(1) : 10-21
Dharmawan, A., D, Sunarto., A, P, Widodo (2016). Rancang Bangun Aplikasi Perhitungan Investasi Budidaya Pembesaran Ikan Lele. JSIKA. 5(1):1-14
Fairusy, M, A. 2018. Relasi Patron Klien dalam Industri Perikanan Keulauan Banyak, Aceh Singkil. Aceh Antrhropological Journal. 2(2) : 92-113
Maulana, D., Nazlia, S., Safitri, S. 2022. Analisis Tingkat Produksi dan Pendapatan Usaha Budidaya Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei Boone, 1931) Tambak Intensif di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Mahseer. 4(2) : 39-42
Mulyani, S., Hadijah;, & Hitijahubessy, B. (2021). Potensi Pengembangan Budidaya Ikan Kerapu Perairan Teluk Ambai Provinsi Papua (A. Jumain (ed.); Makassar). Pusaka Almaida.
Naufal, A., Chaliluddin, M, A., Mudia, R. 2022. Analisis Ekonomi Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap di Kabupaten Simeulue, Indonesia. Jurnal Impresi Indonesia. 1(7) : 711-716
Naufal, A., Tridoyo,K., Achmad, F. 2016. Kajian Ekonomi Model Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Cakalang di Pantai Aceh Utara. 14(2) : 209-216
Nazlia, S., Munandar, T, H., Thaib, A., Ridwan, T. 2021. Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis Shelter Terhadap Lekangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcalifer). Jurnal Tilapia. 2(1) : 29-35
Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usaha Tani (Edisi Revisi). Penebar Swadaya.
Syahputra, F., T,M, H, Almuqaramah. Penambahan Ekstrak Larutan Kulit Mangrove Pada Cat Minyak Sebagai Antifouling. Acta Aquatica. 6(1) : 37-40.
Yuhermansyah, E., M, Andani. 2018. Tanggapan Masyarakat Kecamatan Pulau Banyak terhadap Pemberlakuan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. LEGITIMASI. 7(1) : 43-66
Yunus, A, R., Sutia, B & Suryawati, S. 2019. Analisis Kelayakan Lokasi Budidaya Metode Keramba Jaring Apung di Perairan Desa Pulau Harapan Sinjai. J. of Aquac Environment. 2(1) : 1-5