Hasil Tangkapan Rawai Dasar Berdasarkan Ukuran Mata Pancing Nomor 7 dan 9 di Perairan Pulau Banyak Aceh SingkilPulau Banyak Aceh Singkil

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30601/tilapia.v6i1.5526

Kata Kunci:

Hasil Tangkapan, Rawai Dasar, Ukuran Mata Pancing, Aceh Singkil

Abstrak

Kepulauan Banyak merupakan gugusan pulau di barat daya Aceh Singkil, terkenal dengan sumber daya perikanannya yang melimpah. Sehingga, banyak nelayan menggunakan alat tangkap rawai dasar karena ramah lingkungan dan memerlukan biaya yang relatif kecil sehingga terjangkau oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan rawai dasar mata pancing nomor 7 dan nomor  9 di Perairan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan nelayan dan observasi langsung selama satu bulan dari Februari hingga Maret 2024. Hasil menunjukkan bahwa mata pancing nomor 7 menangkap 8 spesies ikan, dengan ikan kurisi (Nemipterus sp) sebagai tangkapan tertinggi (27%), sementara ikan pari (Desyatidae) sebagai tangkapan terendah (0%). Mata pancing nomor 9 menangkap 10 spesies ikan, dengan ikan kurisi sebagai tangkapan tertinggi (35%) dan ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus) sebagai tangkapan terendah (2%). Analisis CPUE (catch per unit effort) mengungkapkan bahwa ikan kuwe (Epinephelinae) memiliki nilai CPUE tertinggi sebesar 14,9 kg/trip, diikuti oleh ikan kurisi sebesar 9,8 kg/trip dan ikan kerapu sebesar 9,2 kg/trip. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa alat tangkap rawai dasar dengan mata pancing nomor 7 yang paling efektif untuk menangkap ikan demersal di Perairan Pulau Banyak, Aceh Singkil. 

Biografi Penulis

  • Riyan Prianando, Universitas Abulyatama
    Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Referensi

Amirulloh, R. P., Pramonowibowo, & Bambang, A. N. (2014). perbedaan ukuran mata pancing alat tangkap rawai terhadap hasil tangkapan yang ditangkap di Perairan Srau Kabupaten Pacitan. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 3(2), 29–36.

Ariani, E., Rahmawati, A., & Satriya, I. N. B. (2023). Pengaruh perbedaan ukuran mata pancing terhadap hasil tangkapan ikan dasar (demersal fish) dengan alat tangkap rawai dasar (bottom long line ). Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains (.November 2022), 31–37.

Blolon, A. M. G. N., Tallo, I., & Boikh, L. I. (2022). Antonius Mario G. N Blolon 1 , Ismawan Tallo 2 , Lebrina I. Boikh 3 1. 2022(April), 89–101.

Chaliluddin, M. A., Ikram, M., & Rianjuanda, D. (2019). Identifikasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Berbasis Ccrf Di Kabupaten Pidie, Aceh. Jurnal Galung Tropika, 8(3), 197–208. https://doi.org/10.31850/jgt.v8i3.504

Devina, A.M., & Pangabean, D. (2024). Identifikasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Perairan Batam Identification of Eco-friendly Fishing Gears in Batam Waters. Jurnal Laut Khatulistiwa, 7(1), 51–57. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/lk

KKP. (2018). Statistik-KKP. Produksi Perikanan Tangkap Laut. https://statistik.kkp.go.id/

Pratama, F. P., Prasetyono, U., & Sarianto, D. (2020). Pengaruh Perbedaan Ukuran Mata Pancing terhadap Hasil Tangkapan Rawai Dasar di Perairan Pengambengan. Pelagicus, 1(3), 145–152. https://doi.org/10.15578/plgc.v1i3.9167

Rizal, M., Hamidi, H., Arif, M., Hafinuddin, H., Thahir, M. A., Fuadi, A., & Rahayu, R. (2023). Pemetaan Tangkahan Pendaratan Ikan Berdasarkan Komoditas yang di Daratkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil. Journal of Tropical Fisheries Management, 7(1), 21–28.

Umar, H. O., Abdulkadir, I., Studi, P., Sumberdaya, P., & Indonesia, T. (2021). di perairan pulau OBI Abstrak. In Journal Fisheries Resources Utilization Management and Technology Hemyscyllium (Vol. 1, Issue 2).

Diterbitkan

2025-02-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Hasil Tangkapan Rawai Dasar Berdasarkan Ukuran Mata Pancing Nomor 7 dan 9 di Perairan Pulau Banyak Aceh SingkilPulau Banyak Aceh Singkil. (2025). Jurnal TILAPIA, 6(1), 21-27. https://doi.org/10.30601/tilapia.v6i1.5526