HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBUBERSALIN DI RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Kata Kunci:
Usia Ibu, Pekerjaan, Paritas dan Ketuban Pecah DiniAbstrak
Abstrak: Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Hal ini merupakan masalah pentingdalam obstetric berkaitan dengan penyulit kelahiran premature dan terjadinya infeksi khorioamnionitis sampai sepsis, yangmeningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan infeksi pada ibu. Berdasarkan data Riskesdas tahun2018, prevalensi kejadian ketuban pecah dini di Indonesia sebesar 5,6%, dimana provinsi tertinggi dengan angka kejadianKPD berada di DI Yogyakarta yaitu 10,1%, dan angka kejadian KPD terendah berada di provinsi Sumatera selatan yaitu2,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecahdini di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh dengan jumlah 48 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Metodeanalisa data dengan cara analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai pvalue pada usia adalah 0,004 < 0,05, pada pekerjaan 0,020> 0,05, pada paritas p = 0,445 >0,05. Kesimpulan padapenelitian ini ada hubungan usia ibu, pekerjaan dengan Ketuban Pecah Dini di RSUD dr. Zainoel Abdin Bnada Aceh,Tetapi dengan paritas hasil yang didapatkan tidak ada hubungan.. Disarankan untuk RSUD dr. Zainoel Abidin agarmemberikan informasi kepada ibu hamil tentang tanda bahaya dan penyulit dalam kehamilan khususnya Ketuban PecahDini serta memberikan penyuluhan tanda KPD dan juga penanganan awal jika terjadi KPD.Unduhan
Diterbitkan
2023-10-31
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access Authors who publish with Jurnal Aceh Medika agree to the following terms: a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal. c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).Cara Mengutip
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBUBERSALIN DI RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. (2023). Jurnal Aceh Medika, 7(2), 115-119. https://jurnal.abulyatama.ac.id/index.php/acehmedika/article/view/6089